GAPURANA | Portal Opini Warga

OpiniWarga

  

Kopilai, Kopi Kedelai Inovasi Kaya Sensasi

kopilai
Mengkonsumsi minuman kopi yang berkafein dalam jangka panjang dapat menimbulkan dampak negatif untuk kesehatan. Tetapi para penggiat usaha kecil menengah di Garut yang tergabung dalam wadah Gabungan Produk Juara (Gapura) telah berhasil membuat kreasi baru yakni kopi non kafein berbahan kacang kedelai yang aman dikonsumsi dengan tetap sensasi aroma kopinya terasa menggoda .
Rasanya yang enak dan segar sangat cocok untuk disegala situasi, tentu saja bagi para penggemar kopi dapat menjadi alternatif minum kopi tanfa kafein. Bagi orang yang punya penyakit dan tidak boleh banyak meminum kopi yang mengandung kafein tidak perlu takut untuk meminum atau mengkonsumsi kopi, Minum sasa Kopilai, Kopi Kedelai.
Manfaat Kopi Kedelai Bagi Kesehatan :
Berikut sejumlah manfaat kesehatan yang dapat Anda peroleh dari kedelai :
1. Antioksidan
Kedelai mengandung senyawa yang disebut isoflavon, di mana bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan. Senyawa ini bertanggung jawab untuk memperbaiki sel dan mencegah kerusakan sel yang disebabkan oleh polusi, sinar matahari dan proses tubuh yang normal.
2. Mengurangi resiko penyakit jantung
Protein dan isoflavon hadir dalam kedelai, membantu dalam mengurangi kolesterol LDL (kolesterol “jahat”) serta penurunan kemungkinan pembekuan darah. Hal ini pada gilirannya, mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Penelitian menunjukkan, konsumsi susu yang mengandung 25 gram protein kedelai selama sembilan minggu mengakibatkan penurunan 5% kolesterol LDL rata-rata.
3. Mencegah kanker
Isoflavon bertindak sebagai agen antikanker yang melawan sel-sel kanker. Melindungi tubuh dari kanker hormon seperti itu dari rahim, payudara dan prostat.
4. Membalikkan efek endometriosis
Kedelai membantu dalam menunda aksi estrogen alami tubuh, yang bertanggung jawab untuk mengurangi atau mencegah rasa sakit selama periode menstruasi (perdarahan berat) dan gejala lainnya pada wanita.
5. Mencegah osteoporosis
Protein kedelai membantu dalam penyerapan yang lebih baik kalsium dalam tulang. Isoflavon yang hadir dalam makanan kedelai berfungsi untuk memperlambat kehilangan tulang dan menghambat kerusakan tulang yang pada gilirannya mencegah osteoporosis.
6. Mengatasi gejala menopause
Kandungan isoflavon pada kedelai membantu untuk mengatur estrogen. Penelitian telah menemukan bahwa isoflavon kedelai dapat mengurangi  rasa panas pada badan (hot flushes) pada wanita menopause.
7. Memberi efek baik untuk diabetes dan sakit ginjal
Protein dan serat yang larut dalam kedelai, mengatur kadar glukosa darah dan filtrasi ginjal, dengan demikian mengendalikan diabetes dan penyakit ginjal.
8. Menjaga berat badan
Kandungan serat yang tinggi pada kedelai sebagai alat untuk manajemen (mengatur) berat badan. Ini adalah indeks glisemik rendah (GI) makanan yang mengatur gula darah dan fluktuasi insulin. Sehingga dapat membantu mengontrol rasa lapar. Hal ini akan sangat membantu Anda dalam proses penurunan berat badan.
Minyak, lesitin & susu kedelai
Manfaat lain kedelai, yakni kaya akan asam linoleat, asam linolenat, dan lesitin. Linoleat dan linolenat adalah asam lemak esensial dari kelompok omega-6 dan omega-3, yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes. Lesitin, yang digunakan sebagai pengikat air dan lemak dalam industri makanan, kini juga bisa dikonsumsi langsung dalam bentuk tablet atau kapsul lunak (soft gel). Lesitin dapat menurunkan kolesterol, meningkatkan memori, serta menjaga kesehatan fungsi organ hati. Suplemen lesitin boleh dikonsumsi hingga maksimal 13,5 g per hari.

Bagi orang yang tak tahan laktosa susu sapi, susu kedelai bisa menjadi alternatif. Tapi karena kadar kalsium susu kedelai hanya 1/3 susu sapi (50 mg vs 143 mg per 100 cc), Anda mesti minum susu kedelai 3 kali lebih banyak untuk memperoleh kalsium setara susu sapi. Atau, ditambah konsumsi produk kedelai lain yang punya kadar kalsium tinggi, misalnya kecap (143 mg/100 g), tepung kedelai (450 mg), tahu (124 mg), tempe (129 mg), atau kedelai panggang (227 mg). Susu kedelai baik ditambahkan pada sereal karena kandungan proteinnya bisa saling melengkapi, namun jangan ditambahkan ke minuman kopi atau teh panas karena akan menggumpal, di samping rasanya juga tidak ‘klop’.

Kedelai kering, karena mengandung protein tinggi (35-39,5%) sering dijadikan tepung kedelai untuk mengentalkan saus dan kaldu serta menambah kandungan protein dan kelembapan pada kue. Namun supaya bisa mengembang saat dijadikan roti, tepung ini mesti dicampur dengan tepung beras atau gandum. Suplemen kedelai berprotein tinggi (kadar 80%) juga tersedia, dan biasanya merupakan campuran protein kedelai dan susu.

Suplemen ini cocok untuk anak, remaja, manula, serta orang yang dalam masa penyembuhan dari sakit. Tepung kedelai yang sudah dihilangkan lemaknya, bisa dipres dan dikeringkan menjadi Textured Soy Protein. TSP ini digunakan sebagai pengisi maupun untuk berbagai produk ‘serupa daging’ seperti sosis kedelai, soyburger, meatloaf, keju kedelai, yang ditujukan untuk para vegetarian.***

The following two tabs change content below.
Ayo gabung di Gapurana, tulis apapun yang ingin kamu sampaikan disini.
Gapurana adalah Media Warga. Setiap informasi atau opini di Gapurana menjadi tanggung jawab Penulis.

  

Leave a Reply

ADVERTISE WITH US

Redaksi Gapura Media

Telepon : (0262) - 4890149

HP : 08122434489

sales[at]gapuraindonesia.com

www.gapuraindonesia.com

CITIZEN JURNALISM

Disini Anda dapat mengirim dan menulis berita atau opini, yang Anda temukan di lingkungan sekitar Anda. Mohon gunakan bahasa yang sopan dan santun.

About Us

Portal Gapurana adalah portal media online yang menampung opini serta informasi dari masyarakat. Semua tulisan di Gapurana sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis.

Our Parners