GAPURANA | Portal Opini Warga

OpiniWarga

  

Trend Batu Akik Turun Menukik, Para Pedagang Gulung Tikar

GRT_BERBURU BATU AKIK GARUT.3 007_0001

Dampak lemahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai dirasakan. Daya beli masyarakat turun drastis dan banyak pengusaha yang akhirnya gulung tikar. Salah satunya pedagang batu akik.

Para pedagang batu akik di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, mulai gulung tikar alias bangkrut akibat rendahnya daya beli masyarakat karena kesulitan ekonomi. Ketua Gabungan Pencita Batu Alam (GAPBA) Nazaruddin di Meulaboh, Minggu mengatakan, daya serap pembelian terhadap batu akik Aceh hanya berkisar dua persen, kondisi tersebut membuat pengusaha tidak kuat menyelamatkan usaha mereka karena pengeluaran lebih besar dibanding pemasukan.

“Sekarang coba lihat Mall Meulaboh yang dulunya membludak penjual dan pembeli, hari ini sudah sepi. Masyarakat saat ini sudah terjepit perekonomian tentunya berdampak pada daya beli terhadap aneka batu alam,” ucap Nazaruddin seperti dilansir Antara, Senin (7/9).

Selain dipengaruhi oleh rendahnya daya beli, kondisi fluktuasinya harga batu akik Aceh sangat berpengaruh terhadap pasar karena tidak memiliki standar harga yang jelas diatur dalam sebuah regulasi pemerintah. Dia meminta pemerintah Aceh untuk turun langsung menyelamatkan usaha batu akik masyarakat, karena Aceh memiliki potensi besar sumber daya alam tersebut, akan tetapi bermasalah dengan pasar lokal.

Selain itu, ada hal yang membuat jatuhnya harga bermacam jenis batu dari bumi Aceh yang sebelumnya bernilai jutaan rupiah, yakni masih adanya aktivitas penjualan batu berbentuk bongkahan keluar Aceh bahkan keluar negeri dengan harga bandrol.

“Pemerintah Aceh harus segera turun menyelamatkan usaha dan industri batu, sebab kita punya potensi dan ini peluang pemerintah untuk membuat rakyat Aceh sejahtera dengan kreativitas mereka sendiri, tanpa ada modal pemerintah,” tegasnya.

Pengusaha sekaligus pencinta batu alam di Aceh berharap adanya kearifan lokal terhadap perkembangan dunia usaha batu akik, saat ini sudah lebih ratusan ton dikeluarkan dalam bentuk bongkahan keluar Aceh tanpa ada legalitas pemerintah.

Terbukti dari peredaran batu akik di pasar kota-kota besar lain di Indonesia yang talah dipantau pihaknya, kondisi tersebut sangat mengancam perekonomian masyarakat pencari batu dan pengusaha penjual batu alam yang selama ini sedikit sudah merasakan sejahtera dari hasil bumi.

Kata Nazaruddin, pemerintah Aceh harus menerbitkan regulasi atau qanun terhadap pelarangan membawa bongkahan batu keluar dan menetapkan standar harga untuk memperbaiki kondisi perekonomian masyarakat dan pengusaha.

“Di luar Aceh di sana sudah ada harga tetap, sementara hasil kita sendiri hanya berbentuk barang setengah jadi, malahan bongkahan dibawa keluar. Alternatif lain juga masyarakat harus kreatif untuk merekayasa batu, harus dijual dalam bentuk supenir ataupun barang jadi,” tutupnya.***Dikutif dari merdeka.com

The following two tabs change content below.
Gapurana adalah Media Warga. Setiap informasi atau opini di Gapurana menjadi tanggung jawab Penulis.

  

Leave a Reply

ADVERTISE WITH US

Redaksi Gapura Media

Telepon : (0262) - 4890149

HP : 08122434489

sales[at]gapuraindonesia.com

www.gapuraindonesia.com

CITIZEN JURNALISM

Disini Anda dapat mengirim dan menulis berita atau opini, yang Anda temukan di lingkungan sekitar Anda. Mohon gunakan bahasa yang sopan dan santun.

About Us

Portal Gapurana adalah portal media online yang menampung opini serta informasi dari masyarakat. Semua tulisan di Gapurana sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis.

Our Parners