GAPURANA | Portal Opini Warga

OpiniWarga

  

Yuuk….Kita Bantu Yogi Pemuda Garut Berprestasi Ini, Kekurangan Akomodasi Untuk Event Internasional

Yogi bersama Ibu kandungnya berpose didepan warung nasi miliknya ditrotiar jalan Sudirman Garut, foto istimewa

Yogi bersama Ibu kandungnya berpose didepan warung nasi miliknya ditrotiar jalan Sudirman Garut, foto istimewa

Perkenalkan, nama saya Yogi Ramadhan, pemuda-mahasiswa-duapuluhtahun, asli Garut anak kelima dari tujuh bersaudara, anak dari seorang ibu yang sudah hampir dua tahun ini nekat mendirikan warung nasi semi-salnya-permanen di tepi trotoar di sekitar Bundaran suci yang biasa dilewati pemudik menuju Tasik, Jawa Tengah darah jawa. Jika suatu saat lewat, bolehlah mampir dan makan dulu sebentar.

Maafkanlah, kami belum bisa menyewa tempat untuk berdagang. Warung ini—sebut saja—semacam ‘peninggalan’ mendiang bapak saya, yang membangun warung ini karena sungguh lelah ketika kami harus mendorong roda berisi masakan dari rumah ke warung tiap subuh dan larut malam. Iya kalau habis masakannya, kalau tidak habis? Jujur, tadinya saya ‘marah’ pada orangtua saya. Tentu saja, kami telah mengambil hak pejalan kaki dan mau gimana lagi? Jikalau sudah saatnya, jikalau Satpol PP ditunjuk untuk menertibkan, merombak, mengusir kami, silakan saja, kami ikhlas.

Saat ini saya sadar, mungkin inilah salah satu jalan untuk kami bisa bertahan hidup walaupun sampai saat ini kami belum berdagang lagi karena belum ada lagi modal. Sehari-hari kami mengandalkan pemberian teteh ketiga untuk jajan adik-adik dan menjadi buruh/panggilan memasak di acara pernikahan

Kalau boleh bercerita, bapak saya mengidap penyakit tumor larinx stadium akhir. Penyakit yang akhir-akhir ini dkampanyekan untuk mendorong perokok berhenti merokok. Ya, bapak adalah seorang perokok ditambah seorang kuli sejak umur belasan, angkut beras/kacang kedelai di pasar ciawitali. Bapak adalah seorang pekerja keras. Bapak saya baru saja meninggal dua bulan lalu, tepatnya tiga agustus kemarin. Bapak meninggal karena kecelakaan kecil, selang pipa yang menyangkut dikerongkongan ke paru-parunya terkait ke paku saat membereskan perangkas memasak mamah, padahal kami menyuruhnya untuk beristirahat. Sudah kurang lebih tujuh bulan dari perawatan, pengoperasian hingga Allah memanggilnya ….

Ya begitulah, terlalu banyak yang membuat semakin sedih jikalau saya menceritakan lebih dalam tentangnya. Jika Anda mau mendengar cerita tentang siapa saya, bapak dan mamah semuanya silakan tidak usah sungkan mampir ke warung nasi kami atau melalui email yogiramadhanhirawling@gmail.com atau sms (saja) +6282337483470, karena speakernya rusak dan hpnya sering error. Hehe. Saya sungkan, katanya, jika bercerita lebih dalam lagi seperti ini di medsos, takutnya ada yang melarang dan atau malah disebut mencari sensasi, pencitraan, perhatian … entahlah. Saya hanya berniat berbagi. Itu saja.

Kembali ke persoalan maksud dan tujuan saya melakukan penggalangan dana ini adalah tak lain dan tak bukan untuk menerbangkan impian-impian saya, membahagiakan dan membanggakan kedua orangtua saya, terutama bapak saya yang sudah tiada.

Alhamdulillah… Ini adalah acara internasional kedua yang akan saya ikuti. Setelah sukses berangkat dengan membawa tekad menjadi salah satu dari tujuh delegasi indonesia terpilih pada acara The 3rd AYLA Advocacy Camp di Filipina tanggal 28-30 Agustus, berkumpul, belajar, berbagi, mendapatkan banyak pengalaman, menjalin networking-friendship, limapuluhan lebih pemuda se-asean dan mendapatkan workshop, pengetahuan dari empower speakers yang tidak pernah saya lupakan.

Sejauh ini, belum ada apresiasi yang bisa dibilang layak dari pemerintah setempat, terutama sosok yang saya harapkan, bapak bupati. Syukurlah, setidaknya bapak bupati melalui disdik memberikan apresiasi yang cukup untuk naik bus pp garut-jakarta. Terimakasih banyak, Pak. Saya hampir gajadi setelah menjgajukan proposal berminggu-minggu yang belum turun. Begitulah, percaya atau tidak. Untung saya bisa berangkat dengan modal nekat, uang pas-pasan dan hampir gabisa makan siang pas transit 12 jam pulang dari Filipina di singapura dan beli oleh-oleh, ‘diajar peurih, nyiar pangalaman’ mun ceuk bapak mah. Saya tidak berharap banyak lagi, jika suatu saya diberikan kesempatan untuk sukses, kaya, semoga saya bisa mendukung kegiatan kepemudaan seperti ini. Terimakasih kepada sponsor, kampus dan orang-orang, teman baik selama kegiatan kemarin. Semoga Allah membalasnya dengan yang lebih baik. Aamiin.

Jujur, saya belum memberitahukan tentang acara ini ke mamah saya, saya takut tidak bisa jadi berangkat, tahukan biasanya ibu-ibu seperti gimana? Kadang mereka comel ke tetangga, entah saking bahagia dan bangganya yang saya lihat dari raut mukanya dahulu saat saya pergi ke Filipina dulu. Hehe. Sungguh, sebenarnya saya tidak mau kejadian dulu terulang, ketika saya menyesal belum bilang ke almarhum bapak, bahwa saya akan ke Filipina, saya sangat sedih, terpukul sekali apalagi saat itu saya belum pegang uang sama sekali untuk tiket pesawat. Seandainya bapak masih ada, mungkin akan saya ceritakan saat-saat pertama kali saya naik pesawat dan segalanya harus sendiri. Hanya doa yang bisa saya haturkan saat ini. Semoga bapak mendapatkan tempat terbaik dan disayangi di sisi-Nya.

Saya hanya mempunyai waktu sekitar 10 hari untuk mengumpulkan fundraising. Mengingat tiket pesawat semakin kesini semakin mahal. Kampus tidak bisa lagi memberikan bantuan karena tidak ada anggaran dan saya terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan kampus hingga membuat-mengeprint-mengemail belasan proposal sponsorship yang sampai saat ini belum ada hasil sepeserpun..

Mengenai kegiatan terlampir di bawah. Rincian pembiayaan adalah berdasarkan pengalaman, jika campaign ini melebihi target dan ada sisa selepas acara, maka akan saya pergunakan untuk modal berdagang lagi. Saya sengaja mencantumkan tiket dan mampir ke Medan dulu karena saya mempunyai nazar amanat dari bapak berniat ingin menemui bibi kandung, memberitahukan kabar kepergian bapak. Tidak ada nomor yang dapat saya hubungi kecuali alamatnya ada dikasih saat tahun lalu seusai lebaran kami kumpul dengan sisa-sisa keluarga asli bapak. Lagi, saya ingin sekali memasuki arena Universal Studio Singapura, pada acara sebelumnya, setelah pulang dari Filipina, ada waktu transit selama 12 jam yang kami gunakan untuk jalan-jalan dan teman lainnya gunakan untuk beli oeh-oleh. Karena belum sempat untuk itu semua, saya pengen sekali mengunjungi daleman USS sekalipun belum pernah masuk menikmati wahana Ancol dan belum sempat pula beli oleh-oleh untuk mamah? Kapan lagi kan bisa ke Singapura?

Saya sangat berharap siapapun Anda yang membaca ini melalui KitaBisa terdorong hatinya untuk mendoakan, memdukung dan membantu saya dengan mendonasikan sebagian hartanya agar bisa mewujudkan impian saya dan mewakili Indonesia, dimana tempat saya dilahirkan, Garut khususnya. Saya mungkin tidak bisa memberikan reward/hadiah seperti requirement dari kitabisa, tapi jika suatu saat mampir ke warung nasi kami, silakan makan secukupnya. Hehe. Jikalau tidak keberatan, dengan segala kerendahan hati, saya memohon bantuan Anda untuk membantu men-share ke jejaring sosial media yang Anda miliki. Semoga menjadi amal jariyah bagi semua.

Bantu saya, anak tukang nasi, meyakinkan dunia, dan pemuda-pemuda diluar sana yang mempunyai keterbatasan yang sama untuk melihat dunia, yang masih mempunyai semangat tinggi untuk belajar dan mengembangkan dunia, bahwa saya, kita bisa. Berikan saya optimisme untuk membangun bangsa menjadi lebih baik lagi.

Mohon maaf apabila ada kesalahan penulisan, persepsi, dan penulisan berlebihan. Terimakasih banyak atas perhatian, doa, dukungan dan bantuannya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Sumber: KitaBisa

The following two tabs change content below.

alghifari

Gapurana adalah Media Warga. Setiap informasi atau opini di Gapurana menjadi tanggung jawab Penulis.

  

Leave a Reply

ADVERTISE WITH US

Redaksi Gapura Media

Telepon : (0262) - 4890149

HP : 08122434489

sales[at]gapuraindonesia.com

www.gapuraindonesia.com

CITIZEN JURNALISM

Disini Anda dapat mengirim dan menulis berita atau opini, yang Anda temukan di lingkungan sekitar Anda. Mohon gunakan bahasa yang sopan dan santun.

About Us

Portal Gapurana adalah portal media online yang menampung opini serta informasi dari masyarakat. Semua tulisan di Gapurana sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis.

Our Parners