GAPURANA | Portal Opini Warga

OpiniWarga

  

Jaringan Jalan Jabar Selatan Tidak Dilengkapi Rambu Lalin dan Marka Jalan

Salah satu ruas jalan di Jabar Selatan wilayah Kabupaten Garut, foto dok Suryaman AS

Oleh: Suryaman AS

Tingkat pergerakan arus barang dan jasa di Jawa Barat Selatan tahun 2013 -2017 relatif berkembang meskipun bila dibandingkan dengan tingkat pergerakan di Jawa Barat Utara dan Jawa Barat Tengah masih belum sepadan. Hal ini terkait dengan peningkatan pengembangan pembangunan infrastruktur tarnsportasi darat walaupun tingkat kapadatan penduduk di Jawa Barat Selatan yaitu hanya sebesar 7 jiwa/ ha dibandingkan Jawa Barat Tengan sebesar 35 jiwa/ ha dan Jawa Barat Utara sebesar 39 jiwa/ ha. Hal lainnya adalah kurangnya kegiatan-kegiatan yang menarik penduduk secara massif untuk beraktivitas di Jawa Barat Selatan.

Bahwa sejak dibukanya ruas jalan horisontal Pangandaran-Pelabuan Ratu dan peningkatan 3 ruas jalan vertikal interconeksi tengah selatan, minat kunjungan wisata baik lokal maupun mancanegara meningkat cukup pesat terutama pada liburan panjang dan hari-hari besar seperti Idul fitri terbukti ada 8 titik konsentrasi obyek wisata sehingga terjadinya kemacetan sampai denga 5-8 Km diantaranya (Cisolok-Pelabuan Ratu, Ujunggenteng-Surade,Kabupaten Sukabbumi, Cidaun-Sindangbarang Kabupaten Cianjur, Rancabuaya-Cicalobak Cikelet-Santolo-Sayanghelang Pameungpek, Karangparenje-Yayasan Cijeruk Indah Kabupaten Garut, Cipatujah-Pantai Pamayang Kabupaten Tasikmalaya dan sepanjang Graand Canyon -Pantai Kabupaten Pangandaran).

Selain itu ruas jalan lintas Jabar Selatan juga digunakan menjadi jalur alternatif pada hari-hari besar sehingga kondisinya cukup padat, dikernakan setiap kelaster obyek wisata yang merupakan kawasan pusat pertumbuhan (Pkwp / Pkwn) belum ditujang jaringan jalan alternatif atau jalan lingkar alternatifnya.

Kondisi eksisting Jalan Lintas Jabar selatan Horisontal setatus Jalan Nasional, Sesuai KEPMEN PU NO.567/KPTS/M/2010 tentang Rencana Umum Jaringan Nasional, yang terdiri atas Jaringan Jalan Nasional bukan Jalan Tol, Jaringan Jalan Nasional Jalan Tol, dan Jaringan Jalan Strategis Nasional Rencana. Dan Surat Keputusan Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat RI No. 248/Kpts/M/2015 tentang Penetapan Ruas Jaringan Jalan Primer menurut fungsi sebagai jalan Arteri (Jap) dan Jalan kolektor-1 (Jkp-1) Jaringan Jalan Horizontal lintas selatan  sebagai bagian dari sistem jaringan jalan di Jawa Barat sepanjang 421,17 Km, yang meliputi  :

(Bts.  Prov. Banten s/d Bagbagan 28,62 Km, Bagbagan – Ujungkulon – Surade 57,74 Km Surade–Tgl.Buleud-Sd.Barang-Cidaun-Cilaki 134,97 Km Cilaki– Rc.Buaya –Cijayana -Sp.Cilauteureun  39,12 Km Sp.Cilauteureun – Pameungpeuk 10,43 Km Pameungpeuk – Cipatujah – Kalapagenep 83,66 Km Kalapagenep – Cimerak – Pangandaran 50,25 Km Pangandaran – Kalipucang 15,03 Km) dan Ruas Vertikal Jalan Nasional inter coneksi Tengah ke Lintas Jabar selatan meliputi : (Cibadak-Cikembar-Bangbagan Kab. Sukabumi,  Soreang-Ciwideuy-Naringgul-Cidaun Kab Cianjur dan Banjar-Batas Jateng-Pangandaran)

Kondisinya cukup baik setelah ditangani oleh pihak Kemen PUP-RI tersisa yang belum dilakukan peningktan sekitar 18% dan Jembatan yang perlu ditingkatkan secara fisik 26 unit tersebar di lima kabupaten, namun menyayangkan tingkat pemeliharaan secara rutin relatif kurang baik terutama sistem drainase tidak teratur sehingga merusak badan jalan yang ada, begitu juga rumput-rumput seolah-olah tidak pernah dibabat sehingga kondisinya menutupi badan jalan yang ada, untuk kondisi pengembangan/peningkatan sepetinya mengelami kendala karena ketersedian lahan sangat terbatas secara fisik kodisi badan jalan rata-rata botol Nec, hal ini sepertinya Pemprov Jabar tidak ada upaya melakukan kordinasi dengan pihak Kemen PUPR mencari solusi permasalahan pengadaan lahan untuk upaya peningkatan jalan horisontal selatan (Pangandaran-Cibareno)

Ruas Vertikal Jalan setatus Jalan Provisi inter coneksi Tengah ke Lintas Jabar selatan meliputi: Jalur vertikal sepanjang 428 km yang terdiri dari beberapa ruas jalan yaitu : (Tegalbuleud – Sagaranten  – Nyalindung – Kab. Sukabumi, Sindangbarang – Pagelaran – Tanggeung – Sukanagara – Kab. Cianjur, Cidaun – Naringgul – Rancabali – Kab. Bandung, Palembuhan – Rancabuaya – Sukarame – Cisewu – Talegong – Pangalengan Kab. Bandung, Cijayana – Bungbulang – Cileuleuy – Santosa – Pintu – Pangalengan, Cilautereun – Pameungpeuk – Cikajang Kab. Garut, Cipatujah – Karangnunggal – Sukaraja – Kab. Tasikmalaya, Pangandaran – Kalipucang – Banjar – Kab. Pangandaran) Kondisi jalan pada jalur vertikal sebagian besar berada dalam kondisi baik, kecuali pada beberapa ruas jalan saja, diantaranya adalah Agrabinta – Sagaranten di perbatasan Kabupaten Cianjur dan Sukabumi, jalan Vertikal yang sangat memperhatinkan adalah ruas Pasirhayam-Sindangbarang.

Ruas Vertikal Jalan setatus Jalan Kabupaten inter coneksi Tengah ke Lintas Jabar selatan yang tersebar di lima Kabupaten bagian selatan Jawa Barat meliputi (Kab. Pangandaran, Kab. Tasikmalaya, Kab. Garut, Kab.Cianjur dan Kab. Sukabumi) bahwa kondisinya bervariatif hanya 45% kondisinya yang dikatagorikan layak, bahwa apabila kondisi wilayah secara fisik (Geografis/topografis) sangat extrim (terjal dan jurang) sehingga sering terjadinya Laka lalin yang disebabkan kurang Sarfas Lalin, baik jalan Nasional, jalan Provinsi dan jalan kabupaten yang tersebar di kawasan Jabar bagian selatan.

Secara utuh belum dilengkapi infrastruktur penunjang seperti Rambu-rambu Petunjuk, Rambu-rambu peringatan, marka jalan dan kelengkapan Lalin lainya, bahwa apabila memperhatikan Undang-undang dan peraturan sepertinya yang bertanggung jawab terhadap Sarfas pendukung infrastruktur tansportasi adalah pihak Perhubungan (Dirjenhubar untuk Pusat dan Dishubprov/Kab) tetapi pada kenyataanya pihak Dirjenhubar dan Dishubprov/Kab. sama sekali belum pernah adanya penampakan melakukan kegiatan di kawasan Jawa barat bagian selatan.

Bahwa apabila melihat tata kerja intansi yang bertanggung jawab terhadap penyelenggraan pelayanan dibidang tarnsportasi sungguh sangat memprihatinkan seolah-olah jalan masing-masing tidak ada sistem kordinasi yang jelas, yang seharusnya penyiapan jalan secara fisik sebelumnya harus dilakukan kordinasi tindak lanjut penanganan sarana penunjang lainnya walaupun berbeda leading sektor, hal ini cukup jelas Pihak Binamarga Provinsi Jabar, Dishub Provinsi, Dirjenhubdar dan Balai PNJ 4 sepertinya tidak pernah melakukan kordinasi tindak lanjut penanganan permasalahan transportasi di Jabar selatan. Tolonglah masyarakat Jabar selatan dilayani dengan hati karena masyarakat di Jabar selatan juga manusia, apalagi sebentar lagi menjelang bulan Pusa dan hari Raya Idulfitri.***Penulis adalah Penaehat Forum Jabar Selatan

 

The following two tabs change content below.

alghifari

Gapurana adalah Media Warga. Setiap informasi atau opini di Gapurana menjadi tanggung jawab Penulis.

  

Leave a Reply

ADVERTISE WITH US

Redaksi Gapura Media

Telepon : (0262) - 4890149

HP : 08122434489

sales[at]gapuraindonesia.com

www.gapuraindonesia.com

CITIZEN JURNALISM

Disini Anda dapat mengirim dan menulis berita atau opini, yang Anda temukan di lingkungan sekitar Anda. Mohon gunakan bahasa yang sopan dan santun.

About Us

Portal Gapurana adalah portal media online yang menampung opini serta informasi dari masyarakat. Semua tulisan di Gapurana sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis.

Our Parners